Mahasiswa Internasional USK Unjuk Budaya di UN Day AIS Banda Aceh
Newscarles, Banda Aceh | Lima mahasiswa internasional Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan kekayaan budaya negara masing-masing dalam perayaan United Nations (UN) Day yang diselenggarakan Aceh Intercultural School (AIS) Banda Aceh, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Global Engagement Office (GEO) USK tersebut mengusung tema “One World, Many Cultures, One Friendship: Celebrating Diversity, Building Friendship” sebagai upaya mempererat persahabatan dan meningkatkan pemahaman terhadap keberagaman budaya dunia.
Kelima mahasiswa internasional yang terlibat yakni Busraa Assoumani Gihozo dari Rwanda, Mosa Ebrahemi dari Afghanistan, Gohar Nawab dari Pakistan, Huda Lahham dari Palestina, serta Ryunosuke Sugimura dari Jepang.
Busraa dan Mosa merupakan mahasiswa penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) masing-masing angkatan 2024 dan 2025. Sementara itu, Ryunosuke merupakan penerima beasiswa Darmasiswa. Saat ini, kelimanya tengah menempuh pendidikan di USK.
Beasiswa KNB merupakan program yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Adapun Darmasiswa dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Kehadiran para mahasiswa internasional tersebut disambut hangat oleh Kepala AIS Banda Aceh, Nurzaleni, S.Pd., M.Pd. Dalam sesi interaktif, mereka memperkenalkan negara asal masing-masing melalui beragam aspek kebudayaan, mulai dari bendera, makanan khas, destinasi wisata, adat istiadat, hingga bahasa.
Para siswa AIS tampak antusias mengikuti setiap sesi. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai berbagai negara, mereka juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional sebagai penutur asli dari beragam bahasa dan budaya.
Busraa mengaku senang mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman dan berinteraksi dengan para siswa AIS. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan serta kemampuan bahasa yang dimiliki para siswa.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat menghadiri kegiatan di sekolah AIS. Saya sangat terkesan dengan penyelenggaraan acara yang rapi, penampilan luar biasa dari anak-anak, serta kemampuan mereka dalam menggunakan berbagai bahasa,” ungkap Busraa.
Hal serupa disampaikan Ryunosuke yang merasa gembira dapat memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada para siswa, termasuk melalui permainan tradisional sumo.
“Saya senang melihat mereka begitu tertarik dengan presentasi budaya Jepang dan permainan tradisional Sumo yang saya perkenalkan,” ujar Ryunosuke.
Kepala GEO USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., berharap kegiatan serupa dapat terus difasilitasi guna mendorong mahasiswa internasional berpartisipasi aktif dalam berbagi budaya dan pengalaman.
Menurutnya, pertukaran budaya melalui kegiatan pendidikan menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan pemahaman lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global generasi muda.
Partisipasi mahasiswa internasional USK dalam perayaan UN Day ini menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang budaya dalam suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran inklusif, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi pendidikan antara USK dan AIS Banda Aceh
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Melahirkan di KA Sangkuriang, KAI Ingatkan Ibu Hamil soal Ketentuan Perjalanan