Melahirkan di KA Sangkuriang, KAI Ingatkan Ibu Hamil soal Ketentuan Perjalanan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB • Waktu baca ± 3 menit
CC
Penulis: Carles | Jurnalis Redaksi
Petugas KAI Daop 2 Bandung membantu penumpang KA Sangkuriang yang melahirkan bayi laki-laki dalam perjalanan menuju Stasiun Banjar, Jumat (30/10/2026). (Foto: KAI Daop 2 Bandung)
Bandung | Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang aman dan nyaman bagi ibu hamil untuk bepergian. Namun, calon penumpang tetap perlu memperhatikan ketentuan perjalanan serta kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengingatkan pentingnya persiapan perjalanan bagi ibu hamil, menyusul peristiwa seorang penumpang KA Sangkuriang (7043A) relasi Yogyakarta–Cipendeuy yang melahirkan bayi laki-laki di dalam kereta, sesaat sebelum memasuki Stasiun Banjar, Jumat (30/10/2026) pukul 04.42 WIB.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, membenarkan peristiwa tersebut. Penumpang bernama Noviyanti melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram dalam perjalanan menggunakan KA Sangkuriang.

“Peristiwa ini menjadi bukti bahwa petugas KAI senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa KA, termasuk dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Kami bersyukur proses persalinan berjalan lancar, Ibu Noviyanti dalam kondisi sehat, dan bayi laki-laki yang dilahirkan juga sehat,” ujar Kuswardojo.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika Noviyanti melaporkan kepada petugas awak kereta bahwa dirinya mengalami kontraksi dan ketuban telah pecah.

Mendapat laporan tersebut, petugas dengan sigap membawa penumpang ke kereta makan untuk mendapatkan pertolongan. Dalam proses persalinan, Noviyanti juga dibantu seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan kebetulan berada dalam perjalanan yang sama.

Kolaborasi antara petugas KA dan dokter tersebut membantu proses persalinan berlangsung dengan lancar.

Setelah persalinan berhasil, Noviyanti bersama pendampingnya, Andika, turun di Stasiun Banjar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selanjutnya, ibu dan bayi yang baru dilahirkan diantarkan ke RS Duta Mulya Majenang dengan didampingi dokter spesialis kandungan yang membantu proses persalinan di dalam kereta.

Kuswardojo menyampaikan apresiasi kepada petugas KA yang telah memberikan respons cepat serta dokter spesialis kandungan yang sigap memberikan pertolongan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas KA dan dokter yang telah membantu proses persalinan Ibu Noviyanti. Kami juga mengapresiasi kepedulian pengguna jasa lainnya. Sinergi dan kepedulian seperti ini sangat berarti dalam memberikan pertolongan kepada sesama, khususnya dalam situasi darurat,” tambahnya.

KAI Ingatkan Ketentuan Perjalanan Ibu Hamil

Lebih lanjut, KAI Daop 2 Bandung mengingatkan ibu hamil yang akan bepergian menggunakan kereta api agar memperhatikan ketentuan perjalanan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan ibu serta bayi dalam kandungan.

Berdasarkan ketentuan KAI, ibu hamil diperbolehkan melakukan perjalanan menggunakan kereta api apabila usia kehamilan berada pada rentang 14 hingga 28 minggu.

Melampirkan surat keterangan sehat dari dokter atau bidan yang mencantumkan usia kehamilan saat pemeriksaan, kondisi kandungan sehat, serta tidak terdapat kelainan.

Kuswardojo mengimbau ibu hamil agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan, serta memastikan seluruh persyaratan perjalanan telah terpenuhi.

“Kami mengimbau ibu hamil untuk selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan sebelum melakukan perjalanan. Pastikan kondisi ibu dan bayi dalam kandungan sehat, memenuhi ketentuan perjalanan, serta tidak ragu untuk segera menghubungi petugas KA apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan bagi seluruh pengguna jasa, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan.

CC
Carles Jurnalis Redaksi
Bagikan

BERITA LAINNYA